Skincare Experiences
Perawatan Wajah
(Review produk dan
share pengalaman)
Hai haaaaiiiiii, Nindina lagi mencoba menghidupkan kembali
blog ini nih, hehehe. Kali ini nindina mau cerita soal perawatan kulit yang
selama ini Nindina jalani. Okee, sung ajaaaaah.
Nindina mulai melakukan perawatan muka sejak umur 15/16 tahun
(lupa). Masih SMP waktu itu. Nah,
ceritanya :
- Awalnya umur 15/16 (lupa) hehehe, malaikatku (re:mamih) memintaku untuk ke dokter kulit. Aku didiagnosa dermatitis atopic, tapi so far itu bisa di handle. Terus aku minta ke dokter kulit di rumah sakit itu buat ngasih krim wajah. Dikasihlah aku krim wajah racikan beliau (lupa) + glycore 8 + parasol. Beberapa bulan aku pakai dan mmmm kurang berhasil.
- Umur 18 tahun (SMA) masa dimana temen temenku pada cantik-cantik sedangkan mukaku paling kusem à minder. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke salah satu skincare di Bantul (PM for detail information). Disana aku diberi satu set produk kecantikan dari salah satu pabrik kosmetik di Jakarta. Isi paketnya (untuk kulit normal/kering/sensitive) toner, milk cleanser, facial wash, night and day cream. Harganya mmmmm berapa ya, lupa, nggak sampe 200 ribu waktu itu. WAKTU ITU.
- Aku juga melakukan treatment rutin (5 minggu sekali kalo nggak salah) berupa facial biasa gitu. Dan efek dari pemakaian krim dan treatment adalaaaaahhhhh, dalam 3 bulan kulitku jadi super cemerlang, bersih, terus kinclong, terus keliatan licin kayak perawatan-perawatan skin care mahal. Seneng lah ya, ikhtiar selama 3 bulan berhasil. Terus aku terusin pake produk itu sampai kurang lebih setahun.
- Efek penggunaan krim pasti pengelupasan kulit, baik yang ekstrem, maupun mengelupas biasa. Saat menggunakan produk ini nindina mengalami pengelupasan yang wajar. Oiya untuk kulit sensitive penggunaan krim malam harus sedikit jangan banyak banyak dioleskan ke muka (atau pemakaiannya 2 hari sekali), terus jangan terlalu sering cuci muka yaa.
- Setelah kurang lebih setahun, Nindina merasakan efek samping dari krim itu. Setiap nindina merasa gerah, sumuk, atau terkena matahari langsung, kulit nindina berubah merahhhhh kayak kepiting rebuuuussss, serius merah, itu karena kulitnya udah terlalu tipis. Jadi Nindina STOP pake produk itu.
- Beberapa bulan kemudian Nindina beralih menggunakan Lariss*. Skincare jogja ini sukses membuat nindina jatuh hati dengan harganya (murce cyiiiin). Sama lah tahapannya, konsultasi dokter, dikasih produk blablabla, dibeli, terus treatment. Kalau ke lariss* nindina biasa treatment sama mamih (gretooong wkwkwk). Efek penggunaan lariss* cukup baik meskipun nggak sefrontal skincare di poin nomor 1 tadi wkwkwkwk. Kulit mukaku jadi halus, more bright, tapi pengelupasan yang terjadi sungguh luwwwaaaarrrrr biyyyyassssaaaahhh (maaf alay) itu karena selama beberapa bulan kulit mukaku netral kali ya, maksudku selama beberapa bulan tidak menggunakan krim dari skincare manapun. Selama hampir 2 tahun nindina make skincare ini, lamalama kerasa, kok nggak ada perubahan ya hahahaha. Kulit muka gitu gituuu aja. Bosen, nggak ada perubahan signifikan.
- Akhirnya Nindina meninggalkan skincare tersebut, beralih ke Erh*. Skincare yang satu ini superrr duperrrrr mahaaaalllll. Konsultasi dokter aja bayar Rp120.000. buat kantong mahasiswa cukup menyakitkan. Startup nya kirakira Rp450000an lah untu kulitku yang tidak bermasalah. Hasilnya oke sih, halus, cerah, Cuma ya itu, mahal. Dan karena kesulitan ekonomi #ehaduh Nindina STOOOOP. Dan sahabat baikku meneruskan menggunakan Erh*, dan ternyata bikin kecanduan, banyak keluhan setelah berhenti menggunakan Erh*
- Beberapa bulan kemudian agak bodoamat sama muka (efek jomblo). Lalu masuk ke semester 5 ini nindina superrr mindeeeerrrr karena kulitku kusem gilaaak. Terus akhirnya aku kepoin instagram, cari produk pemutih yang oke di kantong, oke di muka. Akhirnya setelah konsultasi sama yang jualan, SAMA YANG JUALAN, Nindina beli deoonard. Menurutku kulit kusam saat itulah yang terburuk, lalu dengan penggunaan deoonard + serum BPOM, dalam waktu KURANG DARI SEBULAN (BAHKAN KRIMNYA BELUM ABIS) kulit nindina jadi supeeerrrrrr puuuutttttiiiiiiihhh, kayak orang Jepang (sempat kepikiran mau ikut audisi Cherrybelle). Deoonard ini adalah pemutih impor dari Jepang, belum ada BPOM, harganya 70.000-200.000 per paket (krim pagi, siang, sabun batang). Seneng banget lah yaa, dari kulit super kusam sekarang jadi super putih, jadi pede mau make jilbab warna apa aja.
![]() |
| gambar diperoleh dari http://forum.detik.com/cream-deoonard-gold-silver-original-call-081318031115-t989487.html |
- Hal itu terhenti ketika bunda (re: kakak
cewekku) bilang kalau putihku tidak wajar. Ketakutan akan kanker kulitpun
menghantui. Lalu aku browsing, dan ternyata Deoonard BERBAHAYA, BERBAHAYA
SAUDARA-SAUDARA.

Sebelum menggunakan deoonard
![]() |
| efek penggunaan deoonard |
Gambar diatas ceritanya before - after lah wkwkwk. yang atas foto sebelum penggunaan deoonard, yang bawah foto saat penggunaan deoonard kirakira hampir sebulan. WOW AMAZING, RIGHT? ohiya, itu foto asli, no edit (karena emang Nindina gasuka foto-foto editan, itu make xiaomi redmi 1s)
- Deoonard memiliki kandungan merkuri yang tinggi (jadi putihnya cepet), lengket, super wangi. Pada awal penggunaan, jari telunjuk yang biasa aku pakai untuk mengoleskan krim terasa sakit, kuku nya terasa tertusuk-tusuk, lalu beberapa saat kemudian jari telunjukku menjadi sangat sensitive terhadap benda-benda konduktor. Bayangin aja, jariku kalau nyentuh besi bisa kesetrum, padahal temenku nggak. Lalu setelah itu aku merasa sering mual, pusing, dan blablabla (efek merkuri). Kalian bisa browsing produk apa aja yang mengandung merkuri dan ciri-cirinya ya. Untuk kesehatan kita. Akhirnya nindina STOOOOOOOOPPPPPPPP
- Saking takutnya, nindina konsultasi ke dokter di LaZeta skincare. Kata beliau memang iya, deoonard merkurinya tinggi. Kalau diteruskan bisa muncul flek hitam dan kanker kulitpun bisa terjadi. Sereeeeeeeeemmmm kaaaaaaaaaaaaaannnnn. Makanya harus pinter pilih produk. Dan saat ini nindina make LaZeta skincare. Biayanya hampir sama dengan Erh*. Biaya startup untuk kulit nindina Rp450.000.
Yaaaaa, itulah testimony dari Nindina, ada
pertanyaan? Sung comment atau private chat. Thanks for your attention gais,
love yaaaa.
Oh iya, mau tau lebih lanjut tentang review lazeta? cek http://nindinajati.blogspot.co.id/2016/02/review-lazeta-skincare.html
Oh iya, mau tau lebih lanjut tentang review lazeta? cek http://nindinajati.blogspot.co.id/2016/02/review-lazeta-skincare.html
yang mau tau harga treatment di LaZeta berapa, check this out : http://nindinajati.blogspot.co.id/2016/07/pricelist-treatment-lazeta.html






